Kamis, 07 Juli 2011 - 16:27:39 WIBJalan-jalan ke Lawang Sewu yuk
Diposting oleh : axo
Kategori: Blomada Hiburan & Jalan-jalan - Dibaca: 413 kali

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap conservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero
Sejarah Bangunan Lawang Sewu Lawang Sewu adalah salah satu bangunan
bersejarah yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda, pada 27
Februari 1904. Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk digunakan
sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg
Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS.
Sebelumnya kegiatan administrasi perkantoran NIS dilakukan di Stasiun
Samarang NIS. Namun pertumbuhan jaringan perkeretaapian yang cukup
pesat, dengan sendirinya membutuhkan penambahan jumlah personil teknis
dan bagian administrasi yang tidak sedikit seiring dengan meningkatnya
aktivitas perkantoran. Salah satu akibatnya kantor pengelola di Stasiun
Samarang NIS menjadi tidak lagi memadai. NIS pun menyewa beberapa
bangunan milik perseorangan sebagai jalan keluar sementara.
Namun hal
tersebut dirasa tidak efisien. Belum lagi dengan keberadaan lokasi
Stasiun Samarang NIS yang terletak di kawasan rawa-rawa hingga urusan
sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Kemudian
diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan
jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan
dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang
Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar
Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). NIS mempercayakan rancangan gedung
kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH
Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh
proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian
gambar-gambar dibawa ke kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang
Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di
Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya
dibuat dan ditandatangi di Amsterdam tahun 1903.

Taman Laut Terbesar di Indonesia
10 Kota Paling Berbahaya dan Menakutkan di Dunia
Paradiso Tersembunyi Tanah Pasundan
Percaya Diri Saat Jalan-jalan Sendiri
Tiket Tribune II Super Junior Ludes!
0 Komentar :
Isi Komentar :





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 

