Senin, 11 April 2011 - 12:19:30 WIBPantai Klayar, Eksotisme Laut Pacitan yang Alami
Diposting oleh : axo
Kategori: Blomada Hiburan & Jalan-jalan - Dibaca: 2298 kali

Waktu menunjukan pukul 23.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang terus mengguyur sepanjang perjalanan Yogyakarta-Pacitan. Selepas Wonosari, Gunung Kidul, jalan mulai menyempit dan lampu jalan pun tak ada. Gelap gulita.
Di sebuah perempatan kecil, kami menyempatkan bertanya sebelum tersesat. "Oh, sampeyan bawa bule ya? (Oh, kalian bawa turis asing ya?)," ujar seorang warga sebelum memberi petunjuk menuju Pantai Klayar, Pacitan-Jawa Timur kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Pantai Klayar memang lebih
dikenal wisatawan asing daripada wisatawan lokal. Baik karena
pemandangan yang masih alami juga hamparan karang yang eksotis. Menuju
kabupaten tempat lahir Presiden SBY ini, dari Yogyakarta perjalanan
ditempuh 3 jam menggunakan kendaraan pribadi."Jangan sampai Pacitan. Nanti kalau di perempatan Giri Belah ambil kanan, arah Kalak. Kalau kiri arah Wonogiri-Pacitan. Tapi jangan lewat Pacitan, itu sama saja memutar," ujarnya.
Usai mendapati perempatan Kalak, maka Pantai Klayar tinggal 1 jam perjalanan. Meski jalan beraspal kelas 3, tapi jalan yang kecil, berkelok dan penuh dengan tanjakan curam harus membuat ekstra hati-hati. Hingga akhirnya kendaraan kita benar-benar berhenti di tepi pantai.
Pantai Klayar sendiri merupakan teluk kecil yang terbentuk dari tebing-tebing karang. Garis pantainya tak terlalu panjang, sepanjang Pantai Ancol.
Di sisi timur, 2 karang tinggi menjulang sepohon kelapa menjadi ikon favorite petualang. Di balik karang, terhampar karang yang diterjang ombak Samudra Indonesia setiap saat. Berhimpitan dengan karang tersebut, berdiri kokoh pulau karang layaknya di Tanah Lot, Bali.
"Klayar berasal dari kata Klayar Kluyur, artinya jalan-jalan," cerita warga setempat, Tukijan (61).
Di
tengah garis pantai, terdapat hamparan pantai dengan batu karang kecil
tersebar di tepi pantai. Sedangkan di tepi barat, tebing karang
terbentang hingga 3 gugus setinggi lebih dari 50 meter. Tebing ini
mengingatkan pada perang Inggris melawan Perancis dalam film Robin Hood
yang dibintangi Russel Crowe."Waktu terbaik adalah musim penghujan. Kita dapat melihat matahari bulat perlahan tenggelam ditelan laut. Kalau musim kemarau sunset di balik bukit ," ceritanya.
Sebagai kawasan yang masih alami, suhu air sungai dari bukit menuju pantai masih dingin dan jernih. Tapi bagi wisatawan yang tak bisa jauh-jauh dari telepon seluler, siap-siap tak bisa sekedar telepon, sms atau update status di dunia maya. Sebab, tak ada sinyal sedikitpun dari seluruh provider, apalagi listrik.

New Friday Jazz Nite
3 Paket wisata termahal di dunia
Masuk Dufan Buy 1 Get 1 Free
Shanghai Modern – Taikang Lu
2 Komentar :
Hwd
11 April 2011 - 12:30:47 WIB
jiaaahh.... kok cuma da poto lo duang za....?
ga adil nih....xixixi
reza
11 April 2011 - 12:55:20 WIB
makanya maen ke tempat w... ntar jalan-jalan ke pantai
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :





Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 

