Jumat, 18 Maret 2011 - 11:14:09 WIBInilah yang harus kita contoh dari bangsa Yahudi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Blomada Sekedar Tau - Dibaca: 4110 kali

Saya tidak membahas dari segi liciknya bagaimana, tapi saya akan membahas dari segi Kenapa Orang-Orang Yahudi itu pintar sehingga bisa menguasai dunia ??!!!
Dan yang PALING PENTING-nya : Bagaimana kita bisa menirunya ???!!! (seluruh bangsa Indonesia wajib baca artikel ini nich ).Sebelum anda baca artikel ini lebih lanjut….saya kasih tau nih ya artikel ini panjaaaaang dan butuh konsentrasi khusus.
Oia sebelum benar-benar dimulai,artikel ini rampung setelah megumpulkan 4 sumber materi yang saya dapatkan :
- Artikel Dr Stephen Carr Leon tentang Thesis Phd-nya yang dibuatnya menurut pengamatannya selama 8 tahun di Israel.
- Seminar Quantum Life Transformation yang saya ikuti dengan pembicara Adi W Gunawan.( #1 The Re-Educator & Mind Navigator ).
- Buku di Gramedia yang menguak tentang kebusukan bangsa Yahudi.
- Buku Born To Be Genius.
- Pembicara Ibu Roesmiati Soepandji di seminar QLT juga ( Ibu dari Jaksa Agung yang sekarang ; Hendarman Soepandji )
Okeh kita mulai !
Dr Stephen Carr Leon menghabiskan masa 3 tahun di Israel untuk menjalani
housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada
beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya,
yaitu, “ Mengapa Yahudi Pintar? ”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung
hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya
Yahudi begitu pintar?. Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka?
Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? ( pertanyaan yang
sama dalam benak saya, kenapa setiap orang sukses tak lepas dari bangsa
Yahudi lagi bangsa Yahudi lagi ! )
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya.
Dengan tekadnya yang bulat maka dimulailah pengamatannya itu.
Masa Kehamilan sang ibu.
Begitu wanita Israel yang mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung
anak, maka langsung sang ibu tersebut sering bernyanyi dan bermain piano
dan juga membeli buku matematika.
Bermain piano dan bernyanyi bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati
bawaan si bayi tersebut ketika lahir. Dengan bernyanyi dan bermain
piano,maka sang ibu akan merasakan ketenangan.
Diharapkan sang bayi akan memiliki karakter bawaan yang tenang dan berfikir matang ketika menghadapi masalah hidup nantinya.
Sedangkan mengerjakan soal matematika bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan otak bayi yang ada dalam kandungannya.
Agar anak mereka terkahir dengan otak jenius.
Dan para ibu Yahudi yang tengah mengandung, terus menerus mengerjakan
soal matematika yang ada sampai tiba saat melahirkan. Kadang mereka
mengerjakan bersama suaminya dan bertanya kepada saudara-saudaranya bila
ada soal yang terasa sulit.
Artinya…mereka tidak melatih kecerdasan otak anak mereka dari kecil,
dari balita, dari umur 3 bulan, tapi dari sejak di dalam kandungan !
Sebuah perencanaan yang dalam sekali !
Cara makan :
Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma
bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala
(sekali lagi, tanpa kepala!) bersama salad yang dicampur dengan badam
dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan
otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat
merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Sama
seperti kebiasaan orang Jepang yang jenius juga dalam kerajinan memakan
daging ikan )
Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam
kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu
Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada
setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan
ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak
ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan
ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang
badam.
Perinsip : “ kalau sudah makan ikan, tidak boleh ada daging yang dimakan
bersamaan “ ternyata sama dengan perinsip makannya Rasullullah S.A.W,
manusia terjarang sakit sedunia )
Mereka juga akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan
terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan
buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat
(nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita
merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Ternyata
makan buah dahulu baru nasi, akan menyebabkan buah busuk. Karena proses
pencernaan makanan di dalam perut kita itu memakan waktu yang lama.
Sehingga akan membuat buah mengalami antrian yang panjang sampai
akhirnya dia keburu busuk duluan.
( Pernah membiarkan apel yang sudah terkelupas khan ? lama-lama akan
kuning dan bisa membusuk khan ? itu hanya didiamkan dan terkena udara
loh…bagaimana kalau dicampur olahan makanan di dalam perut kita ? Sudah
pasti busuk duluan sebelum dapat diproses. Jadi istilah “makan buah
setelah makan nasi” sebagai pencuci mulut itu SALAH. Makan buah sebelum
makan nasilah yang benar, bukan setelah makan nasi. Percuma. )
Anak-Anak Yahudi :
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi.
Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan
bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil
lever).
Kacang Badam = Kacang Almond, atau Buah Almond, mirip dengan Buah Persik
dan Aprikot, hanya saja daging buahnya dibuang saat dipanen, sehingga
hanya menyisakan bijinya, karena itu disebut sebagai kacang.
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa: Hebrew, Arab dan Inggris.
( Ternyata mempelajari sesuatu yang baru itu menyeimbangkan kedua belah
otak kita. Contohnya ya seperti mempelajari bahasa yang berbeda – beda )
Sejak kecil pula mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.
Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi,
hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari
kaum Yahudi. Musik yang mereka dengarkan ya musik yang bisa menambahkan
kecerdasan otak mereka. Yaitu musik yang lagak-lagak bethoven gitu deh. (
Ternyata sesuai dengan yang dikatakan Adi W Gunawan di buku Born To BE
Genius )
Masa kanak-kanak :
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika
berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam
pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam
tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain
dari pelajaran tadi, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka.
Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih
otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela
negara.
Saya pernah membaca buku ( saya lupa judulnya ) yang mengatakan : kalau
anak-anak yang jago dalam hal olahraga, biasanya mereka mempunyai
kemampuan mengambil keputusan yang cepat, karena otak mereka terlatih
bergerak cepat, terlepas dari bagus atau tidaknya prestasi mereka
disekolah.
Sekolah Tinggi :
Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong
untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya
lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau yang
diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke
jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Dr Stephen Carr
Leon sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya
mereka belajar ekonomi. Di akhir tahun diuniversitas, mahasiswa
diharuskan mengerjakan proyek. Dam mereka harus mempraktekannya.
Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Inilah sebab pantai parangtritis sering menelan korban
Inilah alasan Orang Jepang tak Terlalu Suka Sama Facebook
Website Khusus Wanita Simpanan
Skala Bumi, Sun, Rigel, dan Vy Canis Majoris, [lengkap zoom pada akhir][Video Youtube]
Inilah 5 Solusi Praktis Penghilang Stress
12 Komentar :
firewall
20 Maret 2011 - 11:23:41 WIB
ya, itu adalah pola hidup sehat yg memang berefek pada kecerdasan..
dan semua bangsa bahkan punya gaya hidup tersendiri.. orang jepang juga banyak yg cerdas karna kedisiplinannya..
firewall
20 Maret 2011 - 11:24:23 WIB
ya, itu adalah pola hidup sehat yg memang berefek pada kecerdasan..
dan semua bangsa bahkan punya gaya hidup tersendiri.. orang jepang juga banyak yg cerdas karna kedisiplinannya..
JAMAICA
20 Maret 2011 - 11:56:28 WIB
GAK ADA YANG PATUT DI TIRU DARI BANGA AN**G ITU.,.,Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka.".,ADOLF HITLER,
No name
20 Maret 2011 - 12:51:10 WIB
Dear Jamaica, anda berbicara seperti itu seolah olah anda Adolf Hitler. Namun tahukah anda bahwa ayah dari Adolf Hitler adalah seorang Yahudi?
Thx :)
gak usah ditanggapi.
20 Maret 2011 - 13:38:49 WIB
buat no name: pasti anda sudah tahu perkataan Adolf Hitler setelah mengetahui bahwa ayahnya seorang yahudi "itu (hubungan antara ayah dan anak) adalah hal yang paling memalukan dan menjijikkan yang pernah saya alami". kalau anda belum tahu jangan sesekali menyangkut pautkan status ayah hitler.
maaf bila perkataan saya menyinggung anda.
bye... ^_^V
Grade Tool
20 Maret 2011 - 17:24:49 WIB
muslimin dan muslimah... mari kita perbanyak baca ayat2 Al Qur'an tiap hari atau mungkin juga, memulai menghafal Al Qur'an serta mengamalkan nilai2nya dalam kehidupan se-hari2 kita... Niscaya Allah akan memintarkan kita lebih dari jenius tapi juga untuk akhirat. Amin..
nice post untuk artikel yang useful ini...
reza
21 Maret 2011 - 09:39:25 WIB
Makanya jangan di baca judul artikelnya aja..
coba baca sampe selesai, contoh yang di ambil dari yahudi pada artikel ini ga yang negatif kok, tapi yang positif.
Orang Indonesia
21 Maret 2011 - 16:12:00 WIB
orang-orang bodoh...begitu dengar Yahudi,,,,udah elergi
Hamba Allah
22 Maret 2011 - 10:12:44 WIB
kita harus bisa memilah-milah informasi. jangan di telan mentah-mentah. ambil yang positifnya. nice info gan...
{mereka yang tertawa pertama, adalah PEMENANG}
hwd
27 Maret 2011 - 12:43:40 WIB
Pepatah mengatakan : Tuntutlah ilmu sampai ke negeri seberang. Janganlah melihat sesuatu dari sudut pandang kejelekannya saja, Ambil dan contohlah jika memang itu menurut anda baik dan tidak perlu di contoh jika memang itu tidak baik........!!! (wassalam....)
<< First | < Prev | 1 | 2 | Next > | Last >>
Isi Komentar :






Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 

